Langsung ke konten utama

Cercah Cahaya

Setelah sekian lama lamunanku, pertanyaanku, dan banyak pergulatan pikiran. setidaknya aku paham. Aku dalam posisi "nol" besar. Aku belum paham secara dalam, dasar, dan sadar, ini awal benar atau pengantar menuju begundal. Katanya ada dua jawaban, pertama, mejadi mutiara, kedua, menjadi bangkai duka. Ini jawaban atau pernyataan. Semoga perjalanan ini benar berada di titik "nol" walaupun masih heran. Bisa saja ini aku anggap jawaban, dan memulai banyak dari sini. tetapi bila ini pernyataan, aku harus memulainya dari mana.ah, benar-benar selalu memutar. Bingung. Ya, diksi dengan makna yang dalam dari "bingung" selalu berdengung dan bersenandung. Kalau berpikir tentang posisi, setidaknya ada pergulatan yang mungkin benar, ini di titik "nol". Ambil nafas panjang, simpan di perut, dan hembuskan perlahan. Sadar!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS FEMINISME NOVEL NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Pada hakitanya sebuah karya sastra adalah replika kehidupan nyata. Walaupun berbentuk fiksi, misalnya cerpen, novel, dan drama, persoalan yang disodorkan oleh pengarang tak terlepas dari pengalaman kehidupan nyata sehari-hari. Hanya saja dalam penyampaiannya, pengarang sering mengemasnya dengan gaya yang berbeda-beda dan syarat pesan moral bagi kehidupan manusia. Karya sastra lahir di tengah-tengah masyarakat sebagai hasil imajinasi pengarang serta refleksinya terhadap gejala-gejala sosial di sekitarnya. Meskipun demikian, karya sastra yang diciptakan pengarang kadang-kadang mengandung subjektivitas yang tinggi. Imajinasi yang tertuang dalam karya sastra, meski dibalut dalam semangat kreativitas, tidak luput dari selera dan kecenderungan subjektif, aspirasi, dan opini personal ketika merespons objek di luar dirinya, serta muatan-muatan khas individualistik yang melekat pada diri penulisnya sehingga ekspresi karya bekerja atas dasa...

Membangun Moralitas Mahasiswa sebagai Calon Guru yang Berkarakter Kuat dan Cerdas

BAB I PENDAHULUAN A.             Latar Belakang Setelah Hirosima dan Nagasaki hancur ketika dikirimi paket bom atom oleh Amerika Serikat pada tahun 1942, pertanyaan pertama yang mengusik kegundahan Kaisar Hirohito (Kaisar Jepang pada waktu itu) adalah masih berapa banyak guru dan tenaga kesehatan yang masih selamat dari pemboman tersebut? Peristiwa tersebut setidaknya membawa pesan univesal betapa pentingnya guru dan tenaga kesehatan bagi suatu bangsa, sehingga dalam peristiwa katastropis, perhatian pertama seorang pemimpin bangsa adalah tentang nasib para guru dari bangsa tersebut. Bangsa Indonesia berada pada titik nadir akan kehilangan jati dirinya, peradaban bangsa yang luhur telah hilang entah kemana. Siapa yang bertanggung jawab atas kemrosotan ini? Bangsa yang dulu dikenal sebagai bangsa yang memiliki peradaban yag tinggi dan sekarang hilang entah kemana. Bahkan sekarang tergantikan dengan bangsa yang terkenal den...

Edelwis Bumi pertiwi

Kau abadi Kau kan selalu ada Ragamu memang hanyut karena waktu Semangatmulah yang selalu menonjok kami Kisahmulah yang selalu membangunkan kami dari lamunan Cita-citamu itu luhur Buah pemikiranmu itu selalu ada menjadi pondasi kami Inovasi kami ada karena andalah yang menanam dan mengakarkan Kami hanya mampu bersyukur dan kembali mengisi Mengisi pundi-pundi yang telah kalian ciptakan dari tanah air ini Mengisi dengan kreatifitas, produktifitas dan kejujuran Kami bangga dengan kalian Kami kagum dengan kalian Selalu ada dan tak akan kami lebur                                                                      ...