Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Dari Kali Pagi Ini

Dia kembali, kembali Datang pada batas malam dan pagi. Terasa seperti daun yang jatuh dan mati. Hei!! Berhenti janganlah kembali! Kau itu masa lalu, sisa-sisa buangan waktu. Tolong jangan kembali, kalau kau kembali, pasti aku jadi mumi. Menjadi orang yang tak mau mengerti arti, terasa seperti rumput yang kau injaki. Aku lalai, Kau kembali Aku sendiri sepi. Tak mengerti Jumat, 08 Maret 2013.

Pagi Selalu Alami

Aku lahir di desa Katanya dewasa di kota Menjelajah setengah pematang kehidupan Dalam bayangan dua pohon Bersisi satu hati Karena aku kecil di desa Aku tahu aroma lumpur dan rumput sawah Memahami tanda hujan akan lama Aku dewasa di kota Mengerti banyak aroma Kota lebih banyak duka   16 November 2012  

Edelwis Bumi pertiwi

Kau abadi Kau kan selalu ada Ragamu memang hanyut karena waktu Semangatmulah yang selalu menonjok kami Kisahmulah yang selalu membangunkan kami dari lamunan Cita-citamu itu luhur Buah pemikiranmu itu selalu ada menjadi pondasi kami Inovasi kami ada karena andalah yang menanam dan mengakarkan Kami hanya mampu bersyukur dan kembali mengisi Mengisi pundi-pundi yang telah kalian ciptakan dari tanah air ini Mengisi dengan kreatifitas, produktifitas dan kejujuran Kami bangga dengan kalian Kami kagum dengan kalian Selalu ada dan tak akan kami lebur                                                                      ...

Sepasang Sepatu

Talinya udah kusut dengan simpul-simpul yang sulit terurai Kanan, adakala melawan kala hilang nafsu Kiri, selalu menciptakan simpul-simpul mematikan "RUWET" ya itulah yang terjadi dalam kenyataannya Penonton yang baik dan bernyanyi yang tak mungkin didengar dari pesawat Menikmati hari, ya itulah yang mereka lakukan karena sudah mati karena simpul mati Surakarta, 28-01-2012

Setelah Jalan Ini

Sendu sedan dari larik elegi Mencuat serasa kelam Terkadang ini terasa sesat Sesaat terdengar halilintar menghentak Pemaksaan pada benar dan salah Pernah bertanya benar atau salah? Gerimis menambahkan kelam Senyum, mungkinkah? Gerak-gerik air melaras nada Ini sore bukan malam Lirih terdengar, dan ini lelap Belum waktukan Ya lirih terdengar dari kebun Surakarta, 02 Mei 2012