Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Pendek

Gila! Kenapa Belok Juga

"Kenapa jalannya belok terus sih?" "lha gimana lagi, memang mau nabrak!!" "Matamu, sudah jelas jalannya lurus bisa, kamunya saja yang gak mau usaha." "Kenapa nyalahin aku, kenapa kamu juga ngak mikir!!!" Malam sudah melarutkan kopi dengan garang. Mengalunkan keindahan nada alam dengan tenang. Masih bermainkah dengan dengan logika disaat genting seperti ini. Apa kamu juga akan ikhlas liat rumahmu terbakar? Sumpah, kamu mikir sekali lagi bisa ngak. Gila, stres semuanya. Kemarin malam jalannya sudah di tutup. Kebun belakang rumahnya ramai oleh semburat api. Tumben Pak Lurah hanya diam dan merenung di bawah pohon melinjo itu. Padahal biasanya Dia yang paling sibuk kalau ada masalah. Tapi Dia Diam. Sesekali senyumnya melengking sinis. Senyum bibirnya mengayun berat. Seberat pikiran yang menindih kepalanya yang selalu trjerat pukat. "Ada selendang bermain di leherku, tinggal ku ikat di batang pohon ini. Semuanya selesai....

Awas Ada Galian, Gila!

            Terlihat gadis berbaju hitam dan bersyal biru duduk dengan santai. Di pojok kafe yang sepi. Bermain laptop ditemani kopi dan racikan irama hampa. Sepertinya kursi itu kursi favoritnya, dan tempat ini adalah tempat dia sering menghabiskan malam tanpa makna. Hal itu terlihat jelas sekali, dari akrabnya para pelayan kafe ini dengannya. Aku memang jarang kemari, tetapi tiap aku datang kemari pasti ada gadis itu sendiri. Seorang gadis manis, cantik tetapi sangat cuek denganku dan isyarat tubuhnya seperti tak pernah mengharapkanku. Aku tahu.             Jelas sekali dia tak pernah mengaharapkan kedatanganku. Dia adalah si nona. Ya, itu adalah panggilan sayangku untuknya. Aku belum pernah tahu nama aslinya. Begitupun sebaliknya. Kami pertama kali bertemu di tempat ini. Sebuah kafe dimana ada menu kopi kental bercampur krim susu, bertabur biskuit coklat, dan gulanya ...